Bayt al-Hikmah Institute

July 23, 2008

Islam and The Religious Pluralism

Filed under: Falsafah, Hikmah — ahmadsamantho @ 8:54 am

by

Shahid Ayatullah Murtadha Mutahhari

Translated by: Sayyid Sulayman Ali Hasan

First Edition (2004) Published by:
Islamic Publishing House (Canada)
in co-operation with

Islam and Religious Pluralism

Title

Foreword

Introduction

-Social Pluralism

-Religious Pluralism

-The Qur’ān and Religious Pluralism

-Prophet Muhammad (S) and Religious Pluralism

-Important Caution

Biography of the late Ayatullah Murtadha Mutahhari

Part 1
Good Deeds of Non-Muslims

-Outline of the Discussion

1. The General Aspect of the Discussion

2. No Religion except Al-Islam is Accepted

-What will be discussed here is the second issue

Part 2
Good Deeds Without Faith

-Two Ways of Thinking

-The Third Logic

-The So-Called Intellectuals

-The Rigid Group

Part 3
Value of Belief

-Being Held Accountable for Unbelief

-Levels of Submission

-True Islam and Regional Islam

-Sincerity, the Condition for the Acceptance of Actions

-Quality or Quantity

-The Masjid of Bahlul

-Belief in God and the Hereafter

-Belief in the Prophecy and Imamate

-Affliction

Part 4
Below the Zero Point

-The Incapable and the Powerless

-From the View of the Islamic Sages

Part 5
The Sins of Muslims

-Creational Conditions and Conventional Conditions

Part 6
Summary and Conclusion

Foreword


by Hasnain Walji

From the frying pan of the ‘Narrow-Minded, Dry, Holy Ones’ “tang nazari khoshk muqaddasan” into the fire of Hick’s Religious Pluralism

Some years ago, in Brampton Canada, my Muharram majālis provoked the question: Where will Mother Teresa go – Heaven or Hell? This was in reaction to my submission challenging the notion of religious pluralism, which seemed to have found favour amongst members of the congregation, who as a result of their intellectual discussions within academia, appeared to have concluded that ‘all roads lead to Rome’.

(more…)

History and Human Evolution

Filed under: Falsafah, Hikmah, Islam & Sciences — ahmadsamantho @ 8:25 am

History and Human Evolution

by

Murtada Mutahhari

Translated from Persian by Dr. ‘Ali’uddin Pasargadi

The subject of our discussion is the meaning of evolution in history, or in other words, man’s social evolution and progress. Men of science assume two types of evolution for man: one of which is biological evolution, about which you may have read in biology and know that man is considered as the most perfect animal and the last link in the natural evolution of animals. The meaning of biological evolution is clear: it is an evolution that the process of nature has produced without the intervention of man himself and without his asking for it. In this respect there is no difference between man and other animals; since every animal has reached a stage of evolution by a natural and coercive process. The same process has brought man to the stage that we call him a human being, and consider him a specific kind of species as distinct from other species.

(more…)

Western Nationalism and Islamic Nationhood

Filed under: Falsafah, Hikmah — ahmadsamantho @ 8:00 am

Murtada Mutahhari

Translated from the Persian by Dr. Wahid Akhtar

Vol. V No.3 and 4

This article is an introduction (pishguftar) that Martyr Murtada Mutahhari wrote for his book Khadamat-e mutaqabil-e Islam wa Iran (The Mutual Services of Islam and Iran) first published in 1349 H.Sh./1960. The translation of this book is under way and will soon be published by the Sazman-e Tablighat-e Islami, and we hope to publish some parts of it in the future in al-Tawhid.

In the Name of God, the Beneficent, the Merciful

The relations, conflicts and clashes between various nations have in the present age become a daily issue which has acquired much greater significance than in any other epoch of human history. One of the problems related to it, or perhaps one of the most fundamental of them, is the problem of nationalism, its constructive elements, its scope and limits.

(more…)

Al-Qur’an and The Nature of Live

Filed under: Falsafah, Hikmah, Islam & Sciences — ahmadsamantho @ 7:44 am

The Qur’an and the Nature of Life

by
Murtada Mutahhari


This is the second of a series of three related articles by Martyr Murtada Mutahhari on topics relating to soul, life, and evolution and published in a collection entitled Maqalat-e falsafi (Philosophical Essays). The Persian titles of these essays are: “Asalat-e ruh“,”Qur’an wa hayat,” and “Tawhid wa takammul“. There are three more essays in this collection entitled: “Pursishha-ye falsafi-ye Abu Rayhan az Bu `Ali,” “Asl-e tadadd dar falsafah-ye Islami,” and “Bahth-e harakat.

Translated from the Persian by Shahid Naqavi

Published by:
al Tawhid Islamic Journal
vol VIII, No, 3

Qum - The Islamic Republic of Iran

Chapter 1

The Qur’an and the Nature of Life


Here we intend to carry out a Qur’anic study of the problem of life to find out the specific viewpoint of the Qur’an about life. In particular, we intend to study the view that the Qur’an takes of the relation between life and the supranatural world and Divine will.

The Noble Qur’an recurringly mentions life. In many of its verses, the coming to life of creatures, the different stages of life, the system involved in the creation of living creatures, the effects of life such as intelligence, consciousness, perception, hearing, sight, guidance, inspira­tion, instinct and the like are mentioned as the `signs’ indicative of Divine wisdom and design. Each of these constitutes an interesting subject in itself, but here we do not intend to discuss them.

(more…)

July 22, 2008

Indonesia Melawan Amerika

Filed under: Ibrah Sejarah, Politik — ahmadsamantho @ 9:10 am

Resensi ini dimuat di Koran Jakarta edisi, 21 Juli 2008
juga di muhammad-yasin.blogspot.com
Oleh: Moh Yasin

Judul Buku : Indonesia Melawan Amerika
Penulis : Baskara T Wardaya
Penerbit : Galang Press, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Mei, 2008
Tebal : xvi + 448 halaman

Dinamika perpolitikan Indonesia di era perang dingin kurun waktu 1953-
1963 pernah ditandai dengan aroma diplomasi cantik dan elegan,
disertai dengan kebijakan para pemimpin yang tidak mau didikte dan
tunduk pada Amerika. Meski saat itu negeri Indonesia baru merdeka
dalam hitungan belasan tahun, semangat nasionalisme dan kecerdikan
para pemimpinnya menjadikan negara Indonesia disegani oleh Amerika,
Uni Soviet dan negara-negara Sekutu.

(more…)

July 21, 2008

Filsafat Sains by Armahedi Mahzar

Filed under: Hikmah, Islam & Sciences — ahmadsamantho @ 7:29 am

Power Point Presentation of Philosophy of Sciences by Drs. Armahedi Mahzar, M.Sc

goal-paradigm-week-2

week-3

holistik-synthesis-week-4

holistik-synthesis-week-5

integralist-reflection-week-6

July 19, 2008

Zuhd dan Faqr Dalam Pemikiran Hamzah Fansuri

Filed under: Irfan — ahmadsamantho @ 4:22 am

Zuhd dan Faqr Dalam Pemikiran Hamzah Fansuri

dan Ayatullah Khomeini

Oleh: Prof. Dr. Abdul Hadi. W. M.

(Dosen ICAS Jakarta dan Universitas Paramadina Jakarta)

Terus terang, saya merasa kikuk ketika perama kali diminta berbicara dalam majelis ini dengan topik yang tertera dalam surat panitia kepada saya. Soalnya, saya telah lama tidak membaca buku-buku atau karangan-karangan Ayatullah Khomeini berkenaan dengan `irfan atau tasawuf. Tetapi setelah saya membaca lagi sebuah edisi Indonesia buku Syarh al-Arba`in Haditsan suntingan Muza Kashim, yang diterjemahkan menjadi 40 Hadis: Telaah Hadis-hadis Mistis dan Akhlak (Bandung: Mizan, 2004) saya lantas memperoleh keberanian untuk menyajikan pembahasan dalam forum ini.

Namun disebabkan luasnya wilayah pembahasan tasawuf atau `irfan sebagai disiplin ilmu Islam, saya pilih membahas dua konsep penting atau kunci dalam ilmu ini, yaitu zuhd dan faqr. Yang pertama, merupakan permulaan di jalan cinta yang ditempuh ahli suluk untuk mencapai kedekatan dan persatuan dengan Yang Haqq, Sang Mahbub, seperti dikatakan Rumi dalam bait puisinya, “Inilah cinta: mula pertama menyangkal dunia (zuhd), kemudian terbang melesat ke langit…” Yang kedua, faqr adalah maqam (peringkat tertinggi) di jalan makrifat yang diikuti dengan dua keadaan ruhani (ahwal) yang dialami ahli suluk, yaitu fana dan baqa’.

(more…)

July 16, 2008

Beasiswa: Penerimaan Mahasiswa Baru S-1 International Islamic Studies ICAS Jakarta

Filed under: News — ahmadsamantho @ 3:32 am

July 11, 2008

Fisika Quantum dan Tasawuf

Filed under: Irfan — ahmadsamantho @ 2:31 am

FISIKA QUANTUM DAN TASAWUF

Oleh : Ferry Djajaprana

(Mahasiswa S-2 Mysticism ICAS Jakarta)

Dalam pandangan fisika kuantum 1) kita mengenal apa yang disebut medan gaya. Medan ini dapat didefinisikan sebagai struktur tidak terlihat yang menempati ruang angkasa dan kita mengenali melalui pengaruhnya.2) Medan-medan ini menurut Gary Zukav, “merupakan inti alam semesta. Benda-benda yang kita amati dalam berbagai percobaan, yakni manifestasi fisik materi sebagai partikel, merupakan efek sekunder dari Medan”3). Kesimpulan ilmiah ini mau tidak mau mendorong para ilmuwan untuk menjauhi cara berfikir materialistik dan parsial yang dominan. Sebaliknya, teori medan memaksa ilmuwan untuk berfikir tentang sebuah alam yang mengandung berbagai pengaruh yang saling bertemu dan struktur tak terlihat saling berhubungan.

(more…)

July 10, 2008

Kapitalisme: Sebuah Modus Eksistensi

Filed under: Falsafah, Politik — ahmadsamantho @ 9:24 am

http://media.isnet.org/islam/Etc/Kapitalisme.html

Yth. kawan-kawan sekalian,

Ini ada artikel yang cukup menarik mengenai kapitalisme sebagai suatu bentuk “cara mengada” manusia, berarti dia sudah menembus kesadaran individual yang paling dalam. Suatu kritik terhadap penulis ini dari saya, adalah pemisahan yang dilakukan si penulis di antara cara mengada secara subyektif dengan praxis, keterlibatan manusia dengan lingkungan sosialnya. Itulah kenapa akhirnya dia ingin merubah modus eksistensi dengan suatu “rancangan” sehingga seakan-akan modus eksistensi bisa dirubah tanpa adanya perubahan pada praxis. Si penulis nampaknya memiliki asumsi bahwa modus eksistensi manusia itu “murni” bersifat subyektif, padahal menurut pendapat saya, modus eksistensi manusia itu walaupun bersifat “subyektif” tapi juga sekaligus bersifat “sosial”, manusia tidak mengada secara sendirian, tapi selalu “mengada bersama dunia, termasuk dunia sosialnya”. Dengan demikian pembangunan “modus eksitensi” baru, menurut saya, dimulai tidak melalui “rancangan” tetapi melalui “dialektika di antara praxis dengan refleksi, atau refleksi dengan praxis.” Adapun artikel ini berasal dari Short-Course Kajian Ideologi, Peradaban dan Agama HMI Cab. Depok dan FIKI-UI. Mungkin bisa didiskusikan. Selamat meyimak.

Salam,

Zaki

Subject: [hikmah] Kapitalisme: Sebuah Modus Eksistensi, bagian I

Date: Tue, 19 Dec 2000 04:48:49 +0700

From: Mohamad Zaki Hussein <zaki@centrin.net.id>

To: hikmah@isnet.org

Kapitalisme: Sebuah Modus Eksistensi*

Oleh: Husain Heriyanto

PENGANTAR

Saat ini tidak ada yang bisa membantah kedigdayaan rezim kapitalisme mendominasi peradaban dunia global. Berakhirnya Perang Dingin menyusul ambruknya komunisme-sosialisme Uni Soviet beserta negara-negara satelitnya sering diinterpretasikan sebagai kemenangan kapitalisme. Hampir dalam setiap sektor kehidupan, logika dan budaya kapitalisme hadir menggerakkan aktivitas. Kritik-kritik yang ditujukan terhadap kapitalisme justru bermuara kepada terkooptasinya kritik-kritik tersebut untuk lebih mengukuhkan kapitalisme.

Muncul pertanyaan lain, ke arah mana peradaban manusia akan dibawa oleh kapitalisme. Apakah gerangan yang menyebabkan ideologi ini tetap bertahan, dan bahkan, kian mendominasi dunia? Apakah hegemoni kapitalisme ini merupakan akhir sejarah umat manusia atau sebagai satu-satunya alternatif yang mesti diterima sebagaimana yang diperkirakan oleh Francis Fukuyama dalam The End of History? Masih berpeluangkah proyek emansipasi manusia dari dominasi kapital dan fetisisme komditas?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, diperlukan pemahaman yang tepat mengenai pengertian hakiki apa itu sesungguhnya kapitalisme.

(more…)

Next Page »

Blog at WordPress.com.